• Breaking News

    Just Share... bukan bermaksud menggurui ataupun sok suci hanya ingin berbagi.....

    Test Footer

    Selasa, 20 Januari 2015

    My First Trip to Bali


    Cerita ini bermula dari lembaran kertas catatan ttg impian hidup (yg telah usang) no 11 yakni ke Bali. Entah kenapa Bali selalu membuat pesona bagi para traveler.
    Hingga saat yang di tunggu-tunggu pun tiba, sembari menunggu wisuda :) saya pun mencari teman yang bisa diajak backpaker ke bali, saya lobi mereka satu persatu tapi hanya sebatas wacana hingga saya pun menunggu sekitar 3 minggu untuk memastikan keputusan mereka. Suatu sore saya pun maen ke kost teman dengan bercanda saya pun mengutarakan ingin ke bali eh ternyata dia juga pengen ke bali “beneran us mau ke bali, lu g bercanda?” tanya dia penasaran. “lu g percaya, ayok ke stasiun beli tiket” tanyaku meyakinkan, langsung deh kita capcus ke stasiun lempuyangan beli tiket kereta  pulang-pergi untuk pemberangkatan esok pagi.
    Besoknya subuh kami jalan ke stasiun lempuyangan, menunggu sebentar sambil nyari sarapan. Tepat pukul 07.15 wib kereta Sri-Tanjung arah banyuwangi baru datang dan pukul 07.30 kereta berangkat meninggalkan stasiun lempuyangan menuju stasiun banyuwangi baru. Selama 14 jam lebih alangkah baiknya anda mengobrol dengan teman duduk sebelah anda barangkali bisa jadi teman, keluarga atau bahkan pendamping hidup. Saya pun mendapat teman bernama Dominic dia backpaker asal Swiss dari tampangnya kelihatan gembel, dengan kaos dan celana pendek, tas carrier made in Indonesia plus sarung hijau dari kamboja. Dia bercerita (pake bahasa inggris, sueer gue kagak nyangka bisa ngomong inggris ama bule, dia aja sendiri bahasa inggrisnya katanya juga masih blepotan) kalo ini perjalanan terakhirnya, dia punya izin tinggal di asia tenggara 4 minggu, minggu pertama kamboja, minggu ke 2 ke medan (lake Toba, there is very beautiful) minggu ke 3 dia ke Bromo taman nasional tengger dan minggu terakhir sebelum ia balik ke swiss dia sempatkan mampir ke bali (paradise island).

    Pukul 21.40 wib kami sampai di stasiun banyuwangi baru dilanjutkan ke pelabuhan ketapang Sekitar 300m atau jalan kaki 20 menitan kami pun sampai di pelabuhan. Kami membeli tiket Rp8500 untuk sekali penyeberangan menggunakan kapal Fery sekitar 20 menit. Di dalam saya mencari bus jurusan denpasar (terminal ubug) hingga kami mendapati bus ac eksekutif membawa penumpang asal madura. Diminta 70rb tapi saya tawar 50rb. (Tawar aja biasanya yg ekonomi sekitar 40rb an) fix 50rb akhirnya kami masuk bis sekedar info perjalanan dari pelabuhan gilimanuk ke terminal ubug denpasar sekitar 4jam. Eh pas subuh bangun2 udah nyampe terminal ubug denpasar (liat jam hp tiba2 udah maju 1 jam beda ama jam tangan). Dari terminal ubug kami ditarik2 oleh para calo, masa dari ubug ke kuta diminta uang 40rb? akhirnya saya tanya ama mas penjual kopi katanya “kemahalan mending sampean keluar terminal cegat angkot diluar harganya lebih murah” kami pun menuruti kata mas tadi keluar terminal sambil di caci maki ama calo brengsek tadi (wajar ah g semua org baik, biasa kehidupan orang terminal). Keluar dari terminal kami jalan sampai di pom bensin sekedar cuci muka ama BAB hehe...saya pun memberanikan tanya supir mobil pick up/truk arah kuta tapi sayang kebanyakan bukan ke arah kuta. Akhirnya saya menuju angkot kosong trayek Kuta yang sedang mengisi bensin. “pak ke kuta berapa? 30rb mas, ah kemahalan pak, 20rb aja ya, yawdh gppa” yee...akhirnya kami di pagi yang gerimis ke Kuta naik angkot dg kocek 20rb per orang.
    Sesampai di jalan Kuta Street, kami langsung menuju jalan poppies 2 mencari losmen fenomenal Arthawan, losmen termurah se bali he...kamar 2 bed cukup 50rb per orang.


    Esoknya kami cek out dari losmen Artawhan sekaligus mencari sewa motor (biaya 50rb per hari) untuk jalan-jalan keliling Bali (di bali susah kendaraan umum, mending sewa motor aja, klo taksi banyak).
    Hari pertama kami ke daerah selatan pantai Arjuna,
    Lanjut ke GWK yang ada patung Garudanya,

    Pantai Padang-Padang (tempat syuting Julia Robert film Eat Pray and Love),

    Pantai Uluwatu yg terkenal dengan pura diujung tebing beserta monyet-monyet nya.

     dan terakhir ke Tanah lot yg fenomenal.

    Pulang malam kami akhirnya tidur di Indomart Point daerah Legian tepatnya depan Padys club yg dulu pernah di bom. 

    Belum sampai jam 3 pagi kami dibangunkan oleh para pegawai toko untuk pindah karena toko sudah tutup, terpaksa kami keluar untuk pindah tidur dan Alhasil kami tidur di emperan toko sepanjang jalan poppies lane 2 hehe.





    Keesok harinya kami melanjutkan perjalanan ke pantai sanur di timur bali yang terkenal akan sunrise nya. Masak mie di pantai Sanur di ketawain ama Ibu2 pedagang di pantai Sanur “Pintar kamu nak bawa kompor sendiri” sapa Ibu itu sambil tertawa terkekeh-kekeh hehe
    Pantai Sanur

    Dari sanur kami langsung menuju Nusa Dua tempat pertemuan APEC 2014 kemarin,
    Nusa Dua.


    dilanjutkan ke desa wisata bahari Tanjung Benoa.

    Dikarenakan waktu sudah menjelang magrib lantas kami berinisiatif untuk pulang ke Kuta. Adzan magrib mengejutkan daerah bandara ngurah Rai mengejutkan kami karena masjid merupakan bangunan yang langka di Bali. Akhirnya kami melaksanankan sholat magrib berjamaa’ah di sana, tak disangka disana jama’ahnya buanyak banget.


    Setelah sholat kami meluncur ke Kuta dengan harapan bisa tidur di pantai Kuta, beralaskan pasir pantai bertabur-kan juta’an bintang tapi apa daya manusia berharap Tuhan yang menentukan akhirnya sebelum kami sampai Kuta Street Hujan besar mengguyur Bali dan kamipun berteduh di Pom Bensin Kuta hingga bermalam disana.





    Esok pagi kami melanjutkan perjalanan ke pantai kuta, mandi, merasakan air laut pantai Kuta yang berombak ditemani bule-bule lokal he...

    puas bermain obak pantai Kuta kami pun bersiap-siap untuk pulang ke Jawa, sebelum pulang kami tak lupa mengembalikan motor sewaan dan berpamitan dengan saudara Ahmad Ta’mir masjid Mujahidin depan Toko oleh-oleh Joger keren Bali.
    Masjid Mujahidin dan Joger Bali

    Untung tak dapat dibeli, rejeki tak dapat dihindari begitulah kami mendapatkannya, kebetulan ada teman mas Ahmad satu kampung yang bernama mas Adi, nah kebetulan mereka ingin ke Denpasar dan terminal Ubug adalah terminal yang kami tuju untuk menuju ke pelabuhan Gilimanuk. Akhirnya kami pun di antar bersama-sama menggunakan motor. Ada suatu keheranan bagi kami, mereka mengantar kami hanya bermodal peci dengan kain sarung padahal banyak polisi di jalanan Denpasar. Dengan penasaran saya pun bertanya “kok g pke helm apa g ditilang? “Wah enggak mas, di sini warga dan para polisi menghormati mereka yang beragama, tu liat yg pake selendang bali g pke helm gpp”. Sampai di luar terminal Ubug, inget LUAR terminal Ubug. kami pun di mencegat bus yang menuju arah Singosari/Gilimanuk. Sebelum kami berpisah kami sempatkan berfoto dengan manusia mulia ini. 1.2.3 Cheese... :’(

    Sesampainya di pelabuhan gilimanuk kami naik kapal fery menyebrang meninggalkan pulau Dewata menuju pulau Jawa. Sekitar 30 menit menyebrang sampailah kami di pelabuhan ketapang, banyuwangi. Dikarenakan waktu menunjukan sore haru kami memutuskan untuk bermalam di masjid Ibnu sabil depan pelabuhan ketapang sembari menunggu keberangkatan kereta esok hari.


    ketika adzan subuh membangunkan ku ternyata banyak yang tidur bermalam bersama kami, selesai sholat subuh kami pun bersama-sama bersiap melanjutkan perjalanan menuju kediaman masing-masing,
     sebelum berjalan menuju ke stasiun yang berjalan 200m dari pelabuhan kami pun tak lupa membeli sarapan di warung depan milik masjid, lumayan Nasi mie potongan daging ayam, telur, ikan pedas hanya 5rb Rupiah.


    15 menit kemudian kereta Sri tanjung membawa kami ke Yogyakarta kota dengan segala Budaya khas Jawa, Jogja Never Ending Asia.    

    O iya kami sangat berterima kasih dengan dua bidadari yang Allah sempatkan untuk kami bertemu, sampaikan permohonan maaf dan beribu terima kasih kepada mereka.
      

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Beauty

    Fashion

    Flag Counter

    Test Footer

    Travel