Firdaus Abdillah

PERAN ORANG TUA DALAM MEMBINA PENDIDIKAN ANAK
Dalam perjalanan hidupnya umat manusia senantiasa dihadapkan kepada pengalaman-pengalaman peristiwa alami yang ada disekitarnya. Pengalaman ini merupakan sejarah hidupnya yang mengesankan dan kemudian menghidupkan serta menjadi pengalaman batinnya sebagai alat pendorong untuk mengadakan perubahan-perubahan bagi kepentingan hidup dan kehidupannya. Perkembangan hidupnya ini tidak lepas dari proses pembentukan pribadi manusia yang diwariskan berkesinambungan kepada generasi berikutnya dengan kelompoknya atau dengan masyarakat, mereka saling memberi pengaruh bersama dalam kehidupan.
Keluarga yang merupakan bagian terkecil dari masyarakat, mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian. Karena pembinaan kepribadian anak telah ada sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan. Kepribadian yang masih dalam permulaan pertumbuhan itu, sangat peka dan akan mendapatkan unsur pembinanya melalui pengalaman yang dirasakan, baik melalui pendengaran, perasaan, penglihatan, dan perlakuan yang diterimanya.
Oleh karena itu, maka kepribadian anak yang tumbuh tergantung pada pengalamannya dalam keluarga. Sikap dan pandangan hidup orang tuanya, sopan santun mereka dalam pergaulan, baik dengan anggota keluarga maupun dengan tetangga atau masyarakat. Pada umumnya akan diserap oleh anak dalam pribadinya. Demikian pula sikap mereka terhadap agama, ketekunan menjalankan ibadah dan kepatuhan kepada ketentuan orang tua, serta pelaksanaan nilai-nilai agama dalam kehidupannya sehari-hari juga akan menjadi faktor pembinaan anak secara tidak sengaja.
Menurut Agus Sujanto “Orang tua secara tidak direncanakan menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang diwarisi dari nenek moyang dan pengaruh-pengaruh yang diterimanya dari masyarakat”. Si anak menerima dengan daya peniruannya, dengan segala senang hati, sekalipun kadang-kadang ia tidak menyadari benar apa maksud dan tujuan yang ingin dicapai dengan pendidikan itu. Dengan demikian si anak akan membawa kemanapun juga pengaruh keluarga itu, sekalipun ia sudah mulai berfikir lebih jauh lagi.
Disamping itu semua, yang sangat penting pula adalah cara mereka memperlakukan anak-anak mereka terlebih pada usia remaja (SLTP) apakah ada pengertian dan kasih sayang yang wajar dan sehat, ataukah tanpa pengertian dan jauh dari kasih sayang, serta macam perlakuan yang mereka terima apakah condong kepada demokrasi atau otoriter (main perintah).
Sedangkan upaya yang dapat dilakukan orang tua dalam menciptakan kebersamaan dengan anak-anak dalam merealisasikan nilai-nilai moral secara esensial menurut Moh. Shochib adalah dengan menciptakan aturan-aturan bersama oleh anggota keluarga untuk ditaati bersama
| edit post
Reaksi: 
0 Responses

Poskan Komentar