• Breaking News

    Just Share... bukan bermaksud menggurui ataupun sok suci hanya ingin berbagi.....

    Test Footer

    Jumat, 21 Februari 2014

    Prinsip Hidup Umat Islam.


    Prinsip Hidup Umat Islam.
    Seseorang untuk dianggap masuk islam apabila mengucapkan dua kalimat syahadat. Dansyahadat pertama berbunyi Ashadu an laa ilaaha illallah. Di situ terdapat dua rukun. laa ilaaha yg  berarti nafyu (meniadakan) lalu illallah yang berarti Al-Istbat (menetapkan)
    Dan ini adalah prinsip dari hidup umat islam yaitu memilih dan meninggalkan.
    Contoh: ketika kita dihadapkan disebuah meja makan, kita pasti tidak memakan semua yang ada dihadapan kita. Sebagai manusia berakal kita pasti memilih mana yang layak untuk kita makan dan meninggalkan mana yang tidak layak untuk kita konsumsi.
    Dalam islam bebas itu bukan bebas untuk memilih. Jadi ketika ada beberapa manusia yang mengatakan islam liberal, islam mana itu. Islam tidak liberal. Sebagaimana bensin anda pasti lebih memilih bensin murni daripada bensin campuran. Terus seperti apakah bebas dalam islam itu?
    Kembali ke awal, prinsip hidup manusia adalah memilih dan menolak, tidak diterima secara keseluruhan sampai kebablasan. Tapi bebas memilih dengan ilmu. Ilmu apakah itu? Jelas Ilmunya Allah. Allah yang menciptakan kita pasti Allah lebih tau kehidupan kita melebihi apa yang kita rencanakan dan kita inginkan. Setiap barang yang dibuat pasti perusahaan pembuat membuat buku petunjuk tentang petunjuk penggunaan. Begitu juga Allah pencipta alam semesta ini telah membuat buku petunjuk bagi Umat manusia lewat Al Qur’an agar manusia dapat hidup bahagia selamat dunia dan akhirat.
    Islam menyebut pilihan itu dengan “Ikhtiyar” bukan “hurriyah”. Contoh: dalam memilih pasangan disunnahkan untuk sholat “Istikhoroh” dan dalam pilihan apapun sebagai hambanya yang taat pasti menyandarkan pilihannya kepada Allah SWT.
    $tBur ÷Läêøÿn=tG÷z$# ÏmŠÏù `ÏB &äóÓx« ÿ¼çmßJõ3ßssù n<Î) «!$# 4 ãNä3Ï9ºsŒ ª!$# În1u Ïmøn=tã àMù=ž2uqs? Ïmøs9Î)ur Ü=ŠÏRé& ÇÊÉÈ  
     tentang sesuatu apapun kamu berselisih, Maka putusannya (terserah) kepada Allah. (yang mempunyai sifat-sifat demikian) Itulah Allah Tuhanku. kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali. (Q.S Asyyura: 10)

    Kenapa Harus Allah? Percayalah kepada Allah sebagai pencipta Alam ini Ilmu Allah itu tidak pernah salah. Dan ilmu Allah ada dalam Syariatnya yg bersumber dari Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’ dan khabar shadiq dari para wali dan ulama kita. Ketika kita dengan sengaja meninggalkan syariatnya berarti secara sadar kita telah melepaskan diri dari tuntunan dan peliharaan-Nya.
    Berapa banyak dalam sehari kita mengucapkan iyyakana’budu wa iyya kanastain. Tapi pada kenyataannya kita sendiri enggan untuk meminta kepada Allah. Lebih banyak percaya kepada hasil usaha-usaha kita. Selalu menyepelekan dan meragukan hukum-hukumnya dan lebih mengimani hukum buatan kita (manusia). Naudzubillah min dzalik. Jangan sampai Allah itu hanya hadir dalam ruang Rumah Sakit dan dalam bilik tempat ibadah. Muslim yang baik itu ia yang selalu berfikir dan berdzikir fi ayyi makan wa zaman. Waallahu a’lam bissawab.



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Beauty

    Fashion

    Flag Counter

    Test Footer

    Travel